Rabu, 26 Mei 2010

kisah-kisah malaikat

kota malaikat sedang bergolak
katanya sih pesta
pestanya malaikat
kami memilih mereka yg katanya mau membuat langit jadi lebih bersih
agar biru yg teduh kembali ke dalam pandangan kami

jujur saja sejak lama ini langit kami hitam, hujan turun, bukan hujan biasa, tetapi hujan itu terasa gatal di kulit kami, dan itupun merontokkan bulu-bulu sayap kami,

dan sedih sekali karena tatakan untuk menatap langit dan menatap bumi juga terkikis oleh hujan itu.... rasanya asam

kami tidak berani keluar, lebih-lebih lagi merentangkan sayap kami untuk turun ke bumi, bumi rasanya teramat panas... sehingga kami makin kehilangan daya tahan saat terbang....

apalah jadinya...... sekarang ditambah pesta memilih petinggi untuk membimbing malaikat.... tetapi mereka yg menawarkan diri itu sayapnya telah patah.... telah remuk..... bagi kami tiada masalh kalau sayapnya tanggal... tetapi ternyata kasihnya pun juga tanggal... dia sering sekali malang melintas di benteng perbatasan dengan dunia iblis.... sehingga matanya kini menghitam....

kami takut.... tapi kami bisa apa.... kami ingin mencari kebenaran... tapi sayap kami telah rusak oleh hujan asam berkepanjangan,.,,,, sementara bumi mengunggu pergerakan kami untuk sebuah perbaikan.... kami resah... maka kami keluar dengan berjalan kaki.... menyesuaikan diri dengan kaki kami yang tak biasa untuk menyusuri kota....
lalu kami tidak peduli lagi dengan sayap kami yang melepuh hari demi hari... kami harus beregrak menyingkirkan malaikat setengah iblis.. demi bumi dan keberlangsungannya....
dan sayap kami pun kini benar-benar tanggal.... tetapi kami masih punya kaki.....
dan Tuhan kami yang Agung akhirnya menurunkan kami ke bumi untuk hidup menjadi apa yang disebut insan.... atas perjuangan kami dan pengorbanan kami dia hadiahi kami " perasaan"... kami pun bisa mengerti dengan lebih luas arti takut... kami mengerti rasanya mencintai..... bertahun-tahun kami menjaga bumi... memperbaikinya.... bermilyar tahun.....
dan kini kami mendengar lagi tentang pesta rakyat insan.... memilih pemimpin... karena bumi kami panas.... langit kami lembayung membawa penyakit.... air kami keruh... tanah kami tandus..... mereka menawarkan diri menjadi pemimpin kami manusia...... tapi ternyata pemimpin kami kakinya telah rapuh... tentu tak masalh lagi kakiny lapuk.... tetapi hatinya pun telah tiada.... perasaanya pun telah sirna.... kami harus bergerak lagi....

tapi kami kini menjadi lebih takut.... waktu itu kami kehilangan sayap lalu sampai di bumi.... bukan tidak mungkin kami akan kehilangan kaki.... lalu akan turun ke mana lagi... adakah yang lebih di bawah bumi.....

kami terhenyak... dalam pikiran manusia kami....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar