aku kemarin duduk-duduk di depan masjid kampus UGM, membaca bukunya erich fromm "manusia bagi dirinya". bukunya cukup "berat" juga sih, bikin kepala senut-senut... walau sudah duduk di maskam yang sepoi-sepoi dan terdengar gemericikny air itu....
karena otakku terasa pegal... maka aku tutup buku itu.... lalu menatap hamparan di depanku... jalan yang tidak terlalu lebar.... motor, mobil, angkot war wer war wer bak capung terbang di halaman belakang rumah... iseng-iseng aku hitung tu motor yang obar abir di depan mataku... 1..2..3... wah ternyata dalm satu menit ada 33 motor yang ngacir di depan mataku... kan artinya kalau sejam itu 33x60, huebat! 1980 motor
ih kok banyak bgt ya.... polusinya juga banyak bgt berarti itu belum ditambah mobil pribadi, angkutan umum... dn mesin-mesin lain.... ahhhh....
yah semoga bumiku ini sabar ya menghadapi manusianya.....
Kamis, 27 Mei 2010
Rabu, 26 Mei 2010
kisah-kisah malaikat
kota malaikat sedang bergolak
katanya sih pesta
pestanya malaikat
kami memilih mereka yg katanya mau membuat langit jadi lebih bersih
agar biru yg teduh kembali ke dalam pandangan kami
jujur saja sejak lama ini langit kami hitam, hujan turun, bukan hujan biasa, tetapi hujan itu terasa gatal di kulit kami, dan itupun merontokkan bulu-bulu sayap kami,
dan sedih sekali karena tatakan untuk menatap langit dan menatap bumi juga terkikis oleh hujan itu.... rasanya asam
kami tidak berani keluar, lebih-lebih lagi merentangkan sayap kami untuk turun ke bumi, bumi rasanya teramat panas... sehingga kami makin kehilangan daya tahan saat terbang....
apalah jadinya...... sekarang ditambah pesta memilih petinggi untuk membimbing malaikat.... tetapi mereka yg menawarkan diri itu sayapnya telah patah.... telah remuk..... bagi kami tiada masalh kalau sayapnya tanggal... tetapi ternyata kasihnya pun juga tanggal... dia sering sekali malang melintas di benteng perbatasan dengan dunia iblis.... sehingga matanya kini menghitam....
kami takut.... tapi kami bisa apa.... kami ingin mencari kebenaran... tapi sayap kami telah rusak oleh hujan asam berkepanjangan,.,,,, sementara bumi mengunggu pergerakan kami untuk sebuah perbaikan.... kami resah... maka kami keluar dengan berjalan kaki.... menyesuaikan diri dengan kaki kami yang tak biasa untuk menyusuri kota....
lalu kami tidak peduli lagi dengan sayap kami yang melepuh hari demi hari... kami harus beregrak menyingkirkan malaikat setengah iblis.. demi bumi dan keberlangsungannya....
dan sayap kami pun kini benar-benar tanggal.... tetapi kami masih punya kaki.....
dan Tuhan kami yang Agung akhirnya menurunkan kami ke bumi untuk hidup menjadi apa yang disebut insan.... atas perjuangan kami dan pengorbanan kami dia hadiahi kami " perasaan"... kami pun bisa mengerti dengan lebih luas arti takut... kami mengerti rasanya mencintai..... bertahun-tahun kami menjaga bumi... memperbaikinya.... bermilyar tahun.....
dan kini kami mendengar lagi tentang pesta rakyat insan.... memilih pemimpin... karena bumi kami panas.... langit kami lembayung membawa penyakit.... air kami keruh... tanah kami tandus..... mereka menawarkan diri menjadi pemimpin kami manusia...... tapi ternyata pemimpin kami kakinya telah rapuh... tentu tak masalh lagi kakiny lapuk.... tetapi hatinya pun telah tiada.... perasaanya pun telah sirna.... kami harus bergerak lagi....
tapi kami kini menjadi lebih takut.... waktu itu kami kehilangan sayap lalu sampai di bumi.... bukan tidak mungkin kami akan kehilangan kaki.... lalu akan turun ke mana lagi... adakah yang lebih di bawah bumi.....
kami terhenyak... dalam pikiran manusia kami....
katanya sih pesta
pestanya malaikat
kami memilih mereka yg katanya mau membuat langit jadi lebih bersih
agar biru yg teduh kembali ke dalam pandangan kami
jujur saja sejak lama ini langit kami hitam, hujan turun, bukan hujan biasa, tetapi hujan itu terasa gatal di kulit kami, dan itupun merontokkan bulu-bulu sayap kami,
dan sedih sekali karena tatakan untuk menatap langit dan menatap bumi juga terkikis oleh hujan itu.... rasanya asam
kami tidak berani keluar, lebih-lebih lagi merentangkan sayap kami untuk turun ke bumi, bumi rasanya teramat panas... sehingga kami makin kehilangan daya tahan saat terbang....
apalah jadinya...... sekarang ditambah pesta memilih petinggi untuk membimbing malaikat.... tetapi mereka yg menawarkan diri itu sayapnya telah patah.... telah remuk..... bagi kami tiada masalh kalau sayapnya tanggal... tetapi ternyata kasihnya pun juga tanggal... dia sering sekali malang melintas di benteng perbatasan dengan dunia iblis.... sehingga matanya kini menghitam....
kami takut.... tapi kami bisa apa.... kami ingin mencari kebenaran... tapi sayap kami telah rusak oleh hujan asam berkepanjangan,.,,,, sementara bumi mengunggu pergerakan kami untuk sebuah perbaikan.... kami resah... maka kami keluar dengan berjalan kaki.... menyesuaikan diri dengan kaki kami yang tak biasa untuk menyusuri kota....
lalu kami tidak peduli lagi dengan sayap kami yang melepuh hari demi hari... kami harus beregrak menyingkirkan malaikat setengah iblis.. demi bumi dan keberlangsungannya....
dan sayap kami pun kini benar-benar tanggal.... tetapi kami masih punya kaki.....
dan Tuhan kami yang Agung akhirnya menurunkan kami ke bumi untuk hidup menjadi apa yang disebut insan.... atas perjuangan kami dan pengorbanan kami dia hadiahi kami " perasaan"... kami pun bisa mengerti dengan lebih luas arti takut... kami mengerti rasanya mencintai..... bertahun-tahun kami menjaga bumi... memperbaikinya.... bermilyar tahun.....
dan kini kami mendengar lagi tentang pesta rakyat insan.... memilih pemimpin... karena bumi kami panas.... langit kami lembayung membawa penyakit.... air kami keruh... tanah kami tandus..... mereka menawarkan diri menjadi pemimpin kami manusia...... tapi ternyata pemimpin kami kakinya telah rapuh... tentu tak masalh lagi kakiny lapuk.... tetapi hatinya pun telah tiada.... perasaanya pun telah sirna.... kami harus bergerak lagi....
tapi kami kini menjadi lebih takut.... waktu itu kami kehilangan sayap lalu sampai di bumi.... bukan tidak mungkin kami akan kehilangan kaki.... lalu akan turun ke mana lagi... adakah yang lebih di bawah bumi.....
kami terhenyak... dalam pikiran manusia kami....
tenggelam dalam kebencian
malaikat tenggelam dalam kebencian
tetapi manusia ini tidak mengerti
karena biasanya malaikatlah yang menjaga manusia ini
yang biasanya menghibur manusia ini
manusia ini sedih sekali
karena malaikat menutup matanya ketika dilihat
karena malaikat berpaling ketika manusia ini mencoba memahami
manusia ini mencoba mnghibur malaikat
mengelus sayapnya
tetapi malaikat menjauh
dia bertitah "menjauhlah, tugasku sudah habis di sini, akan ada malaikat lain yg tiba di alammu"
manusia ini terhenyak
ah apakah hanya karena tugas saj dia kemarin bertahan di sini menjaga manusia ini
aku melihat langit semakin biru
sudah saatnya malaikat pulang ke pangkuanNya
dia tidak menyadari
betapa aku merindukannya.....
tetapi manusia ini tidak mengerti
karena biasanya malaikatlah yang menjaga manusia ini
yang biasanya menghibur manusia ini
manusia ini sedih sekali
karena malaikat menutup matanya ketika dilihat
karena malaikat berpaling ketika manusia ini mencoba memahami
manusia ini mencoba mnghibur malaikat
mengelus sayapnya
tetapi malaikat menjauh
dia bertitah "menjauhlah, tugasku sudah habis di sini, akan ada malaikat lain yg tiba di alammu"
manusia ini terhenyak
ah apakah hanya karena tugas saj dia kemarin bertahan di sini menjaga manusia ini
aku melihat langit semakin biru
sudah saatnya malaikat pulang ke pangkuanNya
dia tidak menyadari
betapa aku merindukannya.....
Kamis, 20 Mei 2010
malaikat
malaikat pertama
telah berlalu
ketika aku mengakhiri padang ilalang
malaikat kedua telah tinggal... kini
malaikat malaikat
melengkapi hidup seperti musim memusim
matahari....... matanya
sayap..... jemarinya
keindahan... jiwanya
kelembutan...... suaranya
telah berlalu
ketika aku mengakhiri padang ilalang
malaikat kedua telah tinggal... kini
malaikat malaikat
melengkapi hidup seperti musim memusim
matahari....... matanya
sayap..... jemarinya
keindahan... jiwanya
kelembutan...... suaranya
Langganan:
Komentar (Atom)
